Senin, 15 Oktober 2012

Makanan Pantangan Untuk Asam Urat

Untuk mempercepat dan mengoptimalkan proses pengobatan, ada beberapa makanan pantangan asam urat atau pantangan bagi penderita penyakit asam urat. Pantangan untuk asam urat ini harus benar-benar mendapat perhatian bagi siapa saja yang sudah terserang gejala penyakit asam urat. Proses mengatasi atau mengobati penyakit asam urat akan menjadi sia-sia apabila pantangan-pantangan yang harus dijauhi tidak diindahkan.

Makanan yang sebaiknya dihindari adalah makanan yang banyak mengandung purin tinggi. Penggolongan makanan berdasarkan kandungan purin:

Makanan pantangan untuk asam urat Golongan A: 
Makanan yang mengandung purin tinggi (150-800 mg/100 gram makanan) adalah hati, ginjal, otak, jantung, paru, lain-lain jeroan, udang, remis, kerang, sardin, herring, ekstrak daging (abon, dendeng), ragi (tape), alkohol serta makanan dalam kaleng.
Makanan pantangan untuk asam urat Golongan B: 
Makanan yang mengandung purin sedang (50-150 mg/100 gram makanan) adalah ikan yang tidak termasuk golongan A, daging sapi, kerang-kerangan, kacang-kacangan kering, kembang kol, bayam, asparagus, buncis, jamur, daun singkong, daun pepaya, kangkung.
Makanan pantangan untuk asam urat Golongan C: 
Makanan yang mengandung purin lebih ringan (0-50 mg/100 gram makanan) adalah keju, susu, telur, sayuran lain, buah-buahan.
Makanan Golongan A adalah pantangan untuk penderita asam urat yang paling utama. Adapun untuk golongan B masih harus dibatasi terutama bagi mereka yang sudah timbul gejala peradangan di persendian. 

Pengaturan diet memang harus segera dilakukan bila kadar asam urat melebihi 7 mg/dl dengan tidak mengonsumsi bahan makanan golongan A dan membatasi diri untuk mengonsmsi bahan makanan golongan B. Juga membatasi diri mengonsumsi lemak serta disarankan untuk banyak minum air putih. Apabila dengan pengaturan diet masih terdapat gejala-gejala peninggian asam urat darah, maka kami sarankan untuk mengkonsumsi beberapa produk herbal yang kami rekomendasikan untuk Anda di bawah ini. Insya Allah produk-produk dibawah ini sangat ampuh untuk menurunkan dan mengobati penyakit asam urat dan juga penyakit yang lain. Produk-produk di bawah ini sdh terbukti luas baik secara kenyataan maupun secara mendis ilmiyah. 

Cara Menghitung Usia Kehamilan

Pengetahuan akan Menghitung Usia Kehamilan masih banyak kurang dipahami oleh para ibu hamil. Padahal hal ini merupakan hal penting untuk dapat mengetahui usia kehamilan yang sedang dijalani. Dengan mengetahui usia kehamilan, seorang ibu hamil dapat mengetahui perkembangan atau pertumbuhan organ apa yang sedang terjadi pada janinnya, kebutuhan apa yang diperlukan oleh janinnya dan hal apa yang boleh dan tidak boleh dilakukan selama usia kehamilan tersebut. Selain itu, dengan mengetahui usia kehamilan, seorang ibu hamil dapat mengetahui kapan jadwal pemeriksaan yang harus dilakukan baik ke dokter maupun ke bidan, sehingga dengan demikian diharapkan kehamilanyang sedang dijalani menjadi sehat dan menghasilkan buah hati yang berkualitas.

Selama ini kebanyakan untuk dapat menghitung usia kehamilan masih mengandalkan para ahli baik dokter atau bidan, memang hal ini merupakan yang dianjurkan demi ketepatan penghitungan usia kehamilan. Selain itu, biasanya menghitung usia kehamilan dilakukan dengan menggunakan usg, yang memiliki tingkat akurasi yang lebih tinggi dengan mengukur ukuran tengkorak, panjang janin, ukuran jantung, ginjal dsb. Namun, tidak ada salahnya ibu hamil mengetahui cara menghitung usia kehamilan yang dapat dilakukan sendiri. Ada beberapa cara yang dapat dilakukan ibu hamil untuk menghitung usia kehamilannya yang memiliki tingkat akurasi yang baik.

Telah Hadir Terobosan Baru Penanganan Penyakit Malaria

Sebuah program pencegahan malaria berskala besar yang mendistribusikan obat-obatan anti malaria secara intermitan (berselang-seling) telah secara signifan berhasil menurunkan angka kasus penyakit ini di kalangan anak-anak selama puncak musim penularan malaria, demikian hasil awal pelaksanaan proyek organisasi kemanusiaan medis internasional MSF (Médecins Sans Frontières/Dokter Lintas Batas). Demikian rilis yang dikirim ke redaksi Tribunnews.com.

Melalui Intervensi Pencegahan Malaria Musiman, obat-obatan anti-malaria telah diberikan sebagai penangkal kepada sekitar 175,000 anak-anak balita usia antara tiga sampai lima tahun di wilayah Koutiala, Mali, serta di dua daerah di Moissala, Chad. Anak-anak balita termasuk kelompok paling rentan terhadap kematian akibat malaria. Hasil awal intervensi in menunjukan penurunan lebih dari 2/3 kasus malaria ringan di Mali serta 86 persen penurunan di Chad.   Jumlah penurunan yang tinggi juga terjadi untuk kasus malaria parah.   
"Sementara menunggu hasil evaluasi dampak pelaksanaan Intervensi Pencegahan Malaria Musiman yang lebih rinci, sangatlah menarik untuk melihat dampaknya terhadap kesehatan masyarakat dimana hasil awal telah menunjukan penurunan jumlah kasus malaria secara signifikan," jelas Dr. Estrella Lasry, spesialis penyakit malaria untuk MSF.  "Intinya adalah bahwa ada bukti korelasi intervensi kami dimana lebih dari setengah jumlah tempat tidur di rumah-rumah sakit anak yang biasanya 100 persen penuh selama musim malaria di Mali kini kosong – sesuatu yang belum pernah terjadi sebelumnya."

Badan Kesehatan Dunia WHO merekomendasikan Intervensi Pencegahan Malaria Musiman bulan Maret lalu, meyusul hasil peneletian yang dilakukan di beberapa negara di kawasan Sahel Afrika yang terkenal memiliki jumlah kasus malaria tertinggi dan terparah. Intervensi Pencegahan Malaria Musiman terdiri dari upaya pemberian obat-obatan lengkap anti-malaria secara berselang-seling selama puncak musim malaria. Berbagai jenis obat juga digunakan guna menangani para pasien yang positif terserang malaria. 
  
Proyek MSF ini diluncurkan sejak Juli 2012 dan akan berlangsung selama puncak musim penularan malaria sampai bulan Oktober. Proyek ini sekaligus menandai pertama kalinya MSF melakukan Intervensi Pencegahan Malaria Musiman besar-besaran. Sekali sebulan, sekitar 165,000 anak di Mali, serta 10,000 di Chad menerima total 3 tablet amodiaquine dan satu sulphadoxine/pyrimethamine selama 3 hari per bulan. Anak-anak yang telah tertular malaria pada saat Intervensi Pencegahan Malaria Musiman dan distribusi obat-obatan menerima obat berbasis artemisinin, serta tidak dimasukan ke dalam program Intervensi Pencegahan Malaria Musiman.

Wilayah-wilayah di Mali dan Chad ini telah dijadikan kawasan uji-coba resistensi terhadap obat-obat Intervensi Pencegahan Penyakit Malaria Musiman  sebelum intervensi dilakukan. Tidak ditemukan kasus resistensi pada sampel uji-coba. Survei resistensi akan dilakukan secara teratur di Koutiala dan Moissala.

Di Mali, tim MSF menemukan 65 persen penurunan kasus malaria ringan sejak minggu-minggu pertama distribusi obat-obatan dan Intervensi Pencegahan Malaria Musiman dilakukan. Selain itu, jumlah kasus parah yang memerlukan penanganan rawat inap di berbagai RS menurun drastis dari rata-rata 247 kasus per minggu menjadi 84. Di bagian selatan Chad, hasilnya pun sangat menggembirakan; dua kawasan basis malaria di Moïssala mengalami penurunan kasus antara 72 sampai 86 persen dibandingkan minggu-minggu sebelum Intervensi Pencegahan Malaria Musiman dan distribusi obat dilaksanakan.

"Strategi intervensi ini bisa menjadi sebuah alat terobosan besar dalam bidang kesehatan masyarakat, khususnya untuk melindungi anak-anak yang biasanya memiliki angka kematian tertinggi akibat malaria," Dr. Lasry menambahkan.  "Kami sedang meneliti sejauh mana pelaksanaan proyek kami di Mali dan Chad bisa dilakukan di tempat lain." Menurut MSF, metode lain pencegahan malaria seperti pembagian kelambu, penyemprotan insektisida, serta diagnosa dan penanganan terpadu penyakit malaria harus terus dilanjutkan di negara-negara endemik malaria.   Studi WHO menemukan bahwa sekitar 650,000 orang meninggal setiap tahunnya akibat malaria. Sembilan puluh persen kasus ini terjadi di wilayah Sahara Afrika dan mayoritas menimpa anak-anak.

MSF melaksanakan program pencegahan dan pengobatan kasus-kasus penyakit mematikan yang menimpa anak-anak di Mali dan Chad. Sejak awal 2012, lebih dari 12,000 orang telah menerima pengobatan rawat-jalan akibat malaria, serta 3,500 lainnya harus dirawat di rumah sakit  akibat kurang gizi akut di Koutiala, selatan Mali. Di Moïssala, Chad, lMSF memberikan bantuan pengobatan malaria bagi lebih dari 18,000 orang.

Penyakit kulit

Kulit dan apendicesnya merupakan struktur kompleks yang membentuk jaringan tubuh yang kuat dan keras. Fungsinya dapat dipengaruhi oleh kerusakan terhadap struktur demikian juga oleh penyakit kulit. Karena terdapat banyak penyakit yang memengaruhi kulit maka hanya yang paling sering ditemukan saja yang akan dibahas di sini.

Kulit terdiri dari 2 lapisan 
epidermis atau lapisan luar, dan dermis atau kulit sebenarnya. Terdapat juga apendices pada kulit yang termasuk rambut dan kuku.

Epidermis
Epidermis terdiri dari sel epitel yang mengalami keratinisasi yang mengandung bahan lemak yang menjadikan kulit kedap air, sehingga body lotion tidak akan memberikan pengaruh terhadap kulit.Sel superfisial dari stratum ini secara kostan dilepaskan dan diganti. Sel lain mengandung cairan berminyak. Lapisan ketiga tediri dari sel-sel yang mengandung granula yang mampu merefraksi cahaya dan membantu memberikan warna putih pada kulit. Lapisan keempat mengandung sel yang memproduksi melanin, suatu bahan yang bertindak sebagai perlindungan terhadap pengaruh sinar UV. Epidermis tidak mengandung pembuluh darah, tetapi limfe bersirkulasi dalam ruang interselular.

Dermis
Dermis terdiri dari jaringan fibrosa yang lebih padat pada bagian superficial dibandingkan bagian dalamnya. Dapat diidentifikasi 2 lapisan : yang pertama mengandung akhiran saraf sensorik, pembuluh darah dan limfatika ; yang kedua mengandung serat kolagen, serat elastik, glandula sebasea, glandula sudorifera, folikel rambut dan muskulus arrektor pilli.

Hipodermis
Ini merupakan zona transisional di antara kulit dan jaringan adiposa di bawahnya. Mengandung sel lemak demikian juga jaringan ikat putih dan kuning, kumparan dari sejumlah glandula sebasea dan radiks dari sejumlah rambut.
Pemberian zat makanan dermis atau porium tergantung pada vena dan limfatika. Baik saraf bermielin maupun tidak bermielin ditemukan dalam kulit yang berisi organ akhir dan banyak serat saraf. Organ ini memberikan respon sensasi panas, dingin, nyeri, gatal, dan raba ringan.

Kelenjar Keringat
Kelenjar keringat terdiri dari glomerolus atau bagian sekresi dan duktus. Secara relatif terdapat catu darah yang kaya dan menskresi keringat yang agak keruh, hampir tidak berbau, hampir mengandung 99% air, dan sejumlah kecil khlorida, urea, amonium, asam urat dan kreatinin. Berbagai tipe kelenjar keringat ditemukan pada area seperti genetalia, anus, aksila dan puting susu dan masing-masing juga mempunyai bau yang khas.

Hal Wajib Diketahui Soal Kanker Otak

Kanker otak merupakan salah satu jenis kanker yang cukup sulit untuk diatasi. Banyak hal penting yang sangat baik untuk diketahui soal kanker ini. Kanker otak terjadi ketika suatu massa dari jaringan kanker atau dikenal sebagai tumor otak, mengganggu fungsi otak.

Menurut World Health Organization (WHO), meskipun kanker otak terjadi cukup jarang, penyakit ini berkembang sekitar 22.000 kasus baru setiap tahun dengan perkiraan kematian 13.000 kasus. Dengan demikian, memahami fakta-fakta mengenai penyakit ini merupakan hal penting.

Ahli bedah saraf dari Rockland Hospital, New Delhi, India, Dr Rakesh K Dua, Ms KIA, memaparkan 10 fakta mengenai kanker otak, seperti dilansir Times of India:

1. Jenis kanker otak yang paling umum ditemui adalah kanker otak sekunder, yaitu kanker yang berasal tubuh bagian lain yang telah mencapai otak.

Kanker otak kedua yang paling umum adalah Gliobalastoma, yang merupakan kanker otak primer.

2. Tingkat kelangsungan hidup untuk kanker otak primer (Gliobalastoma) biasanya 10 hingga 12 bulan dengan semua pengobatan termasuk operasi, kemoterapi, dan radioterapi.

Tingkat kelangsungan hidup untuk kanker otak sekunder bervariasi, tergantung pada status dan jenis primer biasanya enam hingga 12 bulan.

3. Gejala umum kanker otak adalah sakit kepala semakin meningkat, kejang, defisit neurologis fokal seperti kelemahan tangan atau kaki, masalah bicara, kesulitan berjalan, gangguan penglihatan, perubahan perilaku, dan lain-lain.

4. Pilihan pengobatan tergantung pada jenis kanker. Untuk kanker otak primer, operasi merupakan pilihan pengobatan pertama diikuti oleh radioterapi dan kemoterapi.

Untuk kanker otak sekunder, operasi yang dilakukan adalah radioterapi hingga kemoterapi. Adapun bedah pisau Gamma, 'pisau' bedah yang menggunakan sinar-? untuk memotong atau merusak jaringan, adalah pilihan, tergantung pada ukuran dan jumlah tumor.

5. Tumor otak juga dapat terjadi pada anak di bawah 20 tahun. Tumor yang sering terjadi pada anak usia lima hingga 10 tahun biasanya kanker.

Kapan Keputihan Saat Hamil Dianggap Abnormal?

Pernahkah Anda sadari,  ketika hamil kita cenderung mengeluarkan cairan dari vagina jauh lebih banyak dibanding biasanya?

Tidak usah takut. Ternyata hal itu lumrah. Ibu hamil mengeluarkan cairan dari vagina (vaginal discharge) dipandang lumrah.

Cairan ini juga lazim disebut leukorrhea, cairan agak kental berwarna bening tidak berbau yang kerap ditemui melekat di pakaian dalam selama kehamilan. Produksi cairan dari vagina memang cenderung meningkat pada kehamilan karena meningkatnya hormon estrogen dan meningkatnya aliran darah ke area vagina.

Cairan ini dihasilkan oleh sekresi dari serviks dan vagina, sel-sel tua dari dinding vagina dan bakteri flora normal dari vagina.

"Mungkin Anda akan mengenai produksi cairan vagina lebih banyak saat mendekati persalinan. Pada awal kehamilan, sekresi serviks memenuhi kanal serviks dan menciptakan sebuah pembatas yang berfungsi melindungi, lazim dikenal sebagai mucus plug," demikian pernyataan  BabyCenter Medical Advisory Board.

Dengan menipis dan melebarnya serviks, lendir ini akan makin banyak diproduksi. Para ibu hamil akan mengenali keluarnya cairan berwarna seperti putih telur, atau mirip ingus, berbentuk seperti gelatin. Cairan ini mungkin sedikit bercampur darah.

Kapan harus menemui dokter? Jika cairan berwarna bening dan tipis, akan sulit membedakannya dengan cairan amnion. Jika Anda ragu-ragu soal ini, segera hubungi dokter kebidanan dan kandungan Anda atau bidan.

Segera hubungi dokter jika keluar cairan saat kehamilan belum berusia 37 minggu dan Anda mengenali peningkatan keluarnya cairan atau perubahan jenis cairan (misalnya lebih cair, seperti lendir atau berdarah, bahkan jika hanya berupa titik kecoklatan atau merah jambu). Ini bisa jadi tanda-tanda persalinan permatur.

Anda juga sebaiknya menghubungi petugas medis jika menduga terjadi infeksi. Jika cairan yang keluar dari vagina tidak berbau, berwarna putih yang menyebabkan sensasi gatal dan terbakar, vulva terlihat meradang, kemungkinan terjadi infeksi jamur (yeast).

Sementara jika cairan yang keluar dari vagina berbau, berwarna kuning, hijau atau abu-abu, mungkin Anda mengalami jenis infeksi vagina yang berbeda atau infeksi penyakit menular seksual, bahkan jika tanpa gejala seperti iritasi, gatal atau terbakar.

Pada kasus seperti itu, jangan sekali-kali melakukan pengobatan sendiri. "Yang harus Anda lakukan adalah menemui petugas kesehatan untuk diagnosis guna memastikan terapi yang tepat," saran BabyCenter Medical Advisory Board seperti dilansir Babycenter.com

Tidak ada yang bisa dilakukan untuk menghentikan keluarnya cairan dari vagina, namun Anda bisa menggunakan panty liners untuk menyerap cairan jika dibutuhkan. Satu hal yang wajib diingat, jangan menggunakan tampon saat hamil.

Untuk menjaga vagina tetap sehat, jagalah kebersihannya, selalu basuh dengan gerakan dari depan ke belakang setelah habis buang air kecil atau buang air besar, serta kenakan pakaian dalam yang menyerap keringat. Hindari mengenakan celana ketat, nilon, sabun busa, tisu mengandung pewangi, semprotan khusus vagina atau sabun yang mengandung pewangi.

Hindari douching, karena aktivitas ini akan mengacaukan flora normal vagina dan meningkatkan risiko terkena infeksi vagina. Selain itu, douching tidak disarankan selama kehamilan karena dapat menyebabkan komplikasi serius, meskipun kasusnya jarang.

Kamis, 11 Oktober 2012

Gejala-gejala Khas Penyakit Tifus

Di saat musim hujan, penyakit tifus mulai banyak menyerang karena bakteri dengan mudah berkembangbiak. Tifus sering terlambat terdiagnosis karena gejala tipes mirip penyakit lain. Kenali gejala khas tifus.

Tifus disebabkan oleh infeksi bakteri Salmonella typhi yang berasal dari makanan atau minuman yang sudah terkontaminasi bakteri tersebut dari kotoran orang yang sebelumnya terkena tifus. Karenanya penyakit ini bisa menular, untuk itu bagi orang yang terkena tifus kalau habis BAB harus mencuci tangan hingga bersih.